Saat Sauh Terlempar..

Kali ini suatu hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya dan yang tak pernah diimpikan akan terjadi dalam perjalanan hidup sampai injak usiaku saat ini ………..kini bayangan demi bayangan timbul begitu saja bagaikan bom-bom yang akan meledak begitu saja tanpa ada saat untuk berpikir………..

 

Memang hidup ini indah untuk dijalankan…seperti nama bidadari yang muncul saat ini dibenak pikiran sang bunda……yang menginginkan proses selanjutnya untuk hidup anaknya……..

 

Mungkin telah tiba saatku untuk berhenti sejenak dengan hiruk pikuknya kendaraan asa yang berlaju,,,,,, ..kusadari memang semua yang terjadi tak semuanya sesuai dengan cita yang kuharapkan ……..tiba-tiba kutermenung untuk berpikir kapan waktuku untuk berlabuh dan melemparkan sauh yang telah lama ku genggam……

 

Letih yang kurasa ….kini tak sanggup ku pikul kembali untuk berlaju kearah tujuan…mungkinkah saat ini semua itu kuhentikan…….hidup di alam fana ini memang tak ada yang kekal…

 

Apakah semua ini tanda akan adanya kerlipan suar yang nun jauh disana memberi tanda untukku memutar haluan…mencari gelombang yang sesuai dengan besarnya kapal yang kulayari……..

Jika saat itu tiba……..sangupkah aku

 

Kusadari tak semua waktu hidupku kuhabiskan untuk bersyukur kepada Mu…..aku malu untuk mengadu semua ini kepada Mu…….bila kulihat semua mahluk Mu sanggup untuk tertunduk malu pada Mu..sedangkan aku hanya sanggup untuk menyombongkan diri di dunia ini tanpa bersyukur dan menyimpuhkan lututku pada Mu……..masih adakah kesempatan untukku menerima perlindungan Mu menghadapi semua…………

 

Salah…….benar………tak terlihat olehku dimana benang merah itu berada……jenuh……kalut……….semua itu hanyakah sebuah bayangan yang harus kulalui….tetes embun harapanku akankah kering oleh semua itu……..ku tak mengerti alam sadar ini harus terjadi…biarlah otak kanan kini bekerja….

 

Kaku kaki ini melangkah….haruskah kuhilangkan semua rasa hormat ini didepan sang mahkota keluarga…….

tidak……aku harus berlalu dengan salutku pada mereka………

Kupersilahkan berlalu ……lalu berkibar layarku …………tapi..apakah sanggup ku tetapkan jarum kompas ini tertuju……..

 

Salahkah aku untuk selalu jujur pada hatiku ini…..memang hidup ini adalah panggung sandiwara dan semua orang mempunyai peranan sendiri dalam menoreh alam ini…..apakah aku terlalu munafik…….untuk tidak  bersandiwara walaupun hanya sedikit saja…….

 

Terlalu luhur kah aku untuk memendam begitu saja….sehingga aku dapat lepas bergerak,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

 

Pengharapanku hanya ingin menjadikan diri ini bertanggung jawab atas pilihan jalan hidup yang akan kujalani ………biarkan diri ini menggapai sesuai kata hati walaupun tak semua keinginan akan bisa tercapai…….ijinkan aku melalui semua secara sadar dan bermakna…………

Hidup adalah pilihan ……yang memang ada batas …….absolute hanya milik sang Kuasa …….walau hina diri ini ..tapi Engkau tak akan menyiakan setiap gembala…………

 

Janganlah Engkau lepaskan hamba begitu saja….gapailah hatiku…..raihlah aku……jangan biarkan diri ini terpuruk dalam lembah berjurang tanpa pelita……….

Ya Rabbi ……………..masih pantaskah diri ini menghamba akan cintaMu walau hanya sebutir pasir………..

Sadar aku berharap……..usahaku hanya berbaik pada semua…………ridhoilah ya Rabbi……….

 

Sanggupkah aku memanifestasikan diri ini secara nyata………….untuk diri ini berfikir secara yahudi……..bertindak secara komunis………….berlaku sosial secara bangsa china………..tetapi lepas dari itu semua……… hati ini tetap illahi……..

 

Cerdikku hilang……kerja kerasku terhambat…………diri ini hendak menyendiri……..dan tak sanggup bunglon itu hadir………..bimbang dan tergesa diri ini menghadapMu………

Ya Rabbi……………cerahkanlah aku………………..dengarkanlah jeritan hati ini……….

Aku hampa saat ini ya rabbi…………cinta memang tak selamanya dapat dimiliki..terkadang diri ini sanggup berkata aku adalah milikku ……….harta yang ada saat ini adalah milikku…… tapi ketika semua itu digapai oleh Mu sebagai pemilik yang hak…….semua itu sirna karena Engkau lah pemilik alam semesta ini………..

Ya rabbi rahmatilah aku…………….

Hidupku adalah karunia Mu , jiwaku adalah milik Mu, matiku adalah kehendak Mu, namun luput pula rasa syukur ku panjatkan untuk Mu…….setiap mata ini memandang, setiap kaki ini melangkah dan setiap nafas ini berhembus…….serta seluruhnya yang KAU miliki …….tiada segelintir pun aku merasa bersyukur……sungguh diri ku malu bila melihat dan menatap ciptaan Mu , mereka tak kenal lelah bersyukur dan bertasbih pada Mu Ya Allah………

Ya Rabbi kumpulkanlah aku bersama orang-orang yang sedikit ketika aku di dunia dan diakhirat………………

 

 

Jakarta, 31 Januari 2009

 

By wira production


About this entry